NHW#4 Mendidik dengan Kekuatan Fitrah

Belum selesai merenungi materi ke-3 tentang pencarian misi hidup, materi ke-4 tentang mendidik dengan kekuatan fitrah sudah muncul. Inti dari materi ke-4 ini adalah kita perlu mengenali fitrah-fitrah apa saja yang dimiliki oleh seorang anak, sehingga kita bisa mendidik anak-anak kita sesuai dengan fitrahnya, bukan malah menjejali semua ilmu sesuai dengan target2 yang kita inginkan. Kenali fitrahnya, kembangkan bakatnya sesuai fitrah, serta temani selalu anak kita dalam kesehariannya.

NHW 4 nya membuat kita untuk merenungkan kembali NHW kita sebelumnya. Apakah setelah menerima materi ke-4 ini kita masih tetap akan mempertahankan jurusan ilmu yang kita pilih di NHW1. Jujur agak bingung sebetulnya. di NHW1 saya memilih jurusan manajemen waktu, karena memang saya merasa itulah kekurangan saya yang paling besar dan itu yang memang ingin saya pelajari. Tapi begitu di NHW 4 jadi malah bingung. Dari yang saya tangkap, maksud dari NHW 4 ini mempertanyakan, apakah jurusan ilmu yang dulu kita pilih sesuai dengan misi hidup kita. Jika memang begini, sepertinya saya dulu salah ambil jurusan..hehe. Tidak sepenuhnya salah sebetulnya, . Saya tetap harus mempelajari tentang manajemen waktu. Tapi sepertinya itu hanya ilmu pendukung disamping ilmu lainnya yang lebih utama.

Mendengar kata tentang visi & misi hidup sepertinya terkesan grandeur. Saya lebih suka menggunakan istilah penggantinya, yaitu cita-cita. Jika ditanya apa visi hidup saya, saya akan bingung menjawabnya, tapi jika ditanya apa cita-cita saya dalam hidup, saya ingin menjadi seorang ibu yang baik. Hanya itu, walaupun terkesan terlalu abstrak. Saya tidak berambisi menjadi seorang dengan karir yang cemerlang, saya tidak mengejar gelar yang panjang, saya hanya ingin menjadi wanita terbaik untuk keluarga. Oleh karenanya setiap kali mendapat ilmu yang berhubungan dengan keluarga, entah itu parenting, manajemen keuangan keluarga, bahkan tentang resep masakan sekalipun, saya pasti excited.

Apakah untuk menjadi wanita terbaik keluarga seorang wanita harus fokus saja menjadi ibu rumah tangga? Saya termasuk yang berpendapat, idealnya seperti itu, walaupun tidak menjamin seorang ibu rumah tangga selalu bisa menjadi ibu yang terbaik, jika ia tidak tahu ilmunya. Begitu pula bukan berarti seorang ibu bekerja pasti tidak bisa menjadi ibu yang baik. Asalkan kita menguasai ilmunya dan pandai memainkan peran dengan baik. Begitu pula posisi saya sekarang, saya masih belum bisa meninggalkan pekerjaan saya sebagai seorang dokter sekaligus PNS. Maka dari itu, tugas saya sekarang adalah menjalankan ketiga peran (sebagai istri, ibu, dan dokter) dengan semaksimal mungkin. Jika ditanya misi hidup, itu mungkin misi hidup saya dalam jangka pendek sampai menengah, karena dalam jangka panjang saya juga memiliki cita-cita menjadi seorang promotor kesehatan, terutama di bidang gizi dan kesehatan anak. Sepertinya lebih enak dibuat dalam bentuk tabel ya..

timetable

Sekilas mirip kurikulum di IIP ya..memang..hehe. Makanya saya sangat excited begitu tahu ada IIP ini karena memang sesuai dengan yang saya butuhkan. Jani, sedikit mengadopsi kurikulum dari IIP takpapa kan yaa..hehe. Yaa..semoga saja timetable ini bisa berjalan sesuai rencana. Amin.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s