Sementara di sekitar kita

Tulisan ini kubuat sekitar tahun 2009-an..awalnya untuk mengisi salah satu kolom di buletin kampus, eh..ga sengaja ditemuin lagi..jadi pengen diposting… ;D

Sebelum kita mengeluh betapa jauhnya perjalanan yang harus kita tempuh dengan berjalan kaki

Bersyukurlah,,karena setidaknya kita masih bisa mempergunakan kedua kaki kita untuk berjalan

Sementara di sekitar kita..

Seorang pria yang kehilangan kakinya berjalan terseok-seok di tengah kerumunan orang

Hanya mengandalkan kedua tangannya

Sebelum kita mengeluh betapa gemuknya badan kita

Bersyukurlah,,karena setidaknya gizi kita terpenuhi

Sementara di sekitar kita..

Tergeletak seorang anak yang tubuhnya hanya berbalut tulang

Mengharapkan seteguk susu yang tak pernah bisa ia dapatkan

Sebelum kita mengeluh betapa lambatnya kita dalam berpikir

Bersyukurlah,,karena setidaknya kita masih diberi kemampuan untuk itu

Sementara di sekitar kita

Seorang anak berkebutuhan khusus harus bersekolah terpisah dengan teman-teman sebayanya

Menjalankan aktivitasnya dengan bantuan orang lain

jika kita merasa diri kita kurang beruntung dalam beberapa hal

maka sadarilah,,bahwa sesungguhnya ada yang lebih tidak beruntung daripada kita

jika kita selalu mengeluh dengan apa yang kita miliki sekarang

maka sadarilah,,bahwa sesungguhnya ada orang yang tidak pernah mengeluh akan kekurangan yang mereka miliki

jika saja kita mau melihat sekitar kita…

apakah kita akan tetap mengeluh..?

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s