Masa lalu, masa kini, masa depan

Akan ada saatnya ketika pikiran kita dikuasai oleh emosi sesaat. Suatu event yang dapat memicu meledaknya emosi kita, membutakan mata kita dari melihat apa-apa..menghalangi kita untuk melihat semburat cahaya yang tersimpan dibaliknya, menghalangi untuk menyadari bahwa kita telah cukup dewasa untuk mengerti, memahami,dan menerima..menghalangi untuk menyadari adanya jalan keluar menuju masa depan, meninggalkan masa lalu yang memerangkap kita dalam kegelapan.

Pada saat-saat seperti itu, spontan semua pikiran kita, curahan hati kita, semuanya didorong oleh emosi yang sedang memuncak..dibutakan oleh rasa sakit, sehingga tidak mampu melihat apa-apa selain kabut tebal yang terhampar di pelupuk mata. Padahal jika saja kita mau menyningkap kabut itu, kita bisa terbebas dari jerat masa lalu yang memerangkap.

Kini aku mengerti bahwa setiap orang pasti memiliki masa lalu, yang indah dan menyakitkan. Betapa beruntungnya seseorang yang memiliki masa lalu yang selalu indah untuk dikenang, sayangnya tidak semua orang seberuntung itu, ada saja bagian dari masa lalunya yang membuatnya sakit, meninggalkan bekas luka yang tidak akan pernah hilang, yang masih terasa sakit jika kita menyentuhnya kembali.

Dan kini aku memahami, bahwa kita tidak hanya memiliki masa lalu, tapi kita juga memiliki masa kini dan kita bisa memiliki masa depan jika kita mau. Dengan hanya melihat ke masa lalu, kita secara tidak sadar meninggalkan alam masa kini yang seharusnya kita jalani. Dengan hanya melihat masa lalu, kita hanya akan terus merasa sakit tanpa mampu melepaskan diri dari belenggu rasa sakit itu. Yang harus kita lakukan adalah untuk berhenti berpaling ke belakang dan mulai menatap ke depan dan ke samping, menikmati saat sekarang dan menyongsong masa depan. Setiap orang tidak akan mungkin terus-menerus mengalami kesedihan, suatu saat dia pasti akan menemukan kebahagiaannya. Yang jelas kebahagiaan itu tidak bisa dicari ke belakang, mereka hanya bisa kita temukan jika kita melanjutkan hidup kita ke depan. Dan jika pada suatu hari, sekalipun kita menoleh kebelakang dan mendapati diri kita masih sakit karena masa lalu itu, itu tidak akan menjadi masalah besar, karena kini, ia telah menemukan kebahagiaannya di masa depan.

Dan aku pun mulai menerima apa pun yang terjadi di masalaluku. Semua kenangan indah akan kusimpan baik-baik, akan kususun dalam sebuah album memoriku yang jika kubuka kembali, aku bisa tersenyum karenanya. Dan semua kenangan buruk dan menyakitkan, akan kusimpan dalam album tersendiri, sehingga tidak akan menodai semua kenangan indahku. Setelahnya, aku akan menutup kedua album itu, menyimpannya di perpustaakaan hatiku dan hanya akan kubuka dengan tujuan untuk mendapatkan secuil inspirasi, pelajaran dan kekuatan yang bisa membuatku terus bertahan. Dan kemudian, aku akan kembali ke masa kini dan mulai menapaki jalan menuju masa depanku yang baru, yang lebih baik…dengan tersenyum

Advertisements