ehm…Jogja…-part1-

Akhirnya, cita-citaku untuk kembali lagi ke kota ini tercapai 2 minggu lalu. Cita-cita? Ceritanya gini, waktu kelas 3 SMA, tepatnya ketika aku bersama rombongan sekolahku yang ikut UM-UGM akan balik ke Bandung, aku secara iseng janji sama diriku sendiri kalo suatu saat aku bakal balik ke kota cantik ini, ya..Jogja.

And…dream comes true… Sejak pertama kali aku ke Jogja, waktu karyawisata kelas 2 SMP, aku langsung jatuh cinta sama kota yang satu ini. Alasannya simple, karena Jogja adalah kota yang sangat cantik, terutama dari segi tata kotanya. Rapi, bersih, culture jawanya kerasa banget, dan yang paling menakjubkan…pemandangan kotanya pas malam hari…wuihh…so romantic lah… Karena itulah, aku nggak bosen-bosennya ada di kota ini.

Dan kali ini, tujuanku adalah ikut Workshop BK ISMKI. Awalnya, aku tertarik untuk ikut bukan karena acaranya. Jujur, waktu pertama ada publikasinya, aku sama sekali ga ngerti itu sebenernya acara apa. Tapi, yang bikin menarik adalah nginep di JOGJA 1 MINGGU!! Ohhh…I love traveling!! dan satu lagi tawaran menarik…bagi yang ingin ikut tapi ga mau repot2 ngeluarin uang yang tentunya sama sekali ga bisa dibilang sedikit, bisa pergi dengan GRATIS, dengan syarat harus nulis essay tentang ISMKI, dan 2 orang beruntung yang essaynya terpilih akan diikutkan tanpa harus membayar.

Syukur alhamdulillah…aku menjadi salah seorang diantara yang beruntung itu. Aku, Icha, sama Monik yang “lolos” dari seleksi yang cuma ada 6 orang pesertanya itu(sampai sekarang aku masih bingung kenapa jadi 3, bukannya awalnya cuma 2). Heran juga si ko bisa..padahal aku ngerasa ga ada yang spesial di essay itu.

Kalo diinget-inget lagi, lucu juga pas bikin essay itu. Cuma berbekal beberapa file tentang profil ISMKI dari Alma, aku ngebut nyelesaiin essay subuh-subuh. Maklum, hari itu udah deadline-nya banget. Pas udah selesai, berhubung printerku yang seperti biasa selalu ngadat, akhirnya aku dan Alma ikut nge-print di teh Nurul deh. Setelah itu, terserah deh mau diapain tuh essay, yang penting udah usaha.

Setelah sempat dipindah untuk ikut workshop SSC, akhirnya aku dikembalikan ke BAPIN juga, sesuai dengan apa yang kutulis di essay.

Ok..time to go..bayangin aja.. jam setengah 4 janjian berangkat, aku baru packing jam 3, mau gimana lagi…seharian itu aku pake buat bikin 3 artikel buat dijadiin mading. Bolak balik nyari foto, gunting-gunting kertas..ya sudahlah…alhasil aku ditinggalin deh ke stasiun Rancaekeknya. Padahal cuma beda beberapa menit sih aku ketinggalan. Akhirnya, dengan menggerek koper dan menjinjing tas, aku naek angkot ke stasiun Rancaekek sendiri..hiks..gapapa juga si..cuma agak malu aja diliatin orang2..mungkin di pikiran mereka….ya ampun ribet banget ya ni anak..! O iya, di perjalanan aku senang sekali karena ditemani supir angkot yang menyenangkan..dari mulai aku naik, dia ngomong,”wahh..abot nya neng”.  Bahasanya halus…ditambah lagi setiap ada yang bilang “kiri..!” si mang supir itu selalu menjawab dengan “mangga..” perjalanan yang merepotkan pun jadi lebih menyenangkan. See..bahkan hal-hal kecil yang secara tidak sadar kita lakukan bisa memberi dampak cukup besar pada orang lain.

Sesampainya di Rancaekek, first impression-nya…aku cuma bisa ber-oohh ria  ngeliat situasi stasiun di sana. Karena kita ketinggalan kereta Patas, kita harus nunggu deh kereta selanjutnya yang ke st.hall, itu pun yang ekonomi. Yaa..memang perlu dimasukkan ke dalam sejarah juga sih..berhubung itu adalah…_ehm..agak malu juga sih sebenernya_kereta pertama yang kunaiki(puas kamu Dan..!ngejekin mulu..)

Jomplang banget sama di Rancaekek, di St. Hall jauh lebih segala-galanya. Kenapa coba, semua stasiun di Indonesia ga disamain standar kualitasnya aja? Dari sinilah aku merasakan kereta yang bener-bener kereta. Ga ber-AC memang, tapi cukup nyaman. Nah,,dengan kenyamanan tadi, ditambah dengan malam yang udah manggil2 untuk tidur, harusnya perjalanan akan diisi dengan tidur pulas. Tapi..yang terjadi adalah…ayo…selesaiin proker!! Kalo malam hari, aku bener2 ga bisa diajak untuk mikir hal yang berat2 kayak gitu, bawaannya mau tidur mulu, walaupun susah juga untuk tidur waktu itu..jadi maaf aja ya..kalo waktu itu rada2 ga connect.

Cukup buat hari itu..akhirnya bisa tidur juga…for the next journey…just wait and see…

Advertisements

I will miss u…

Pagi-pagi buta, sekitar jam setengah4, tepat hari ini, aku terbangun oleh bunyi HP-ku. Ternyata ada SMS. Dengan mata yang masih 3 watt, kubacalah SMS itu…Oh, ternyata ayahku…

Dalam sekejap, mataku yang tadinya masih 3 watt,  langsung terbelalak setelah melihat isi pesan itu. Isinya : “Ka, mamih meninggal tadi jam 12 malem. sekarang bapak lagi ada di tasik.”

Singkat…tapi dalam. Sampai sekarang aku masih belum bisa percaya nenekku sudah meninggal. Tak kudengar berita sakitnya beliau belakangan ini. Memang, tahun lalu beliau memang sempat dirawat, tapi kondisinya sudah membaik belakangan ini. Dan tiba-tiba mendengar kabar bahwa beliau sudah tiada…

Kapan ya..terakhir kali aku bertemu dengannya?seingatku sudah cukup lama, bahkan lebaran kemarin aku dan keluargaku tidak mengunjungi beliau.

Mamih,,begitu kami semua_anak-anak dan cucu-cucunya_memanggilnya. Sekalipun sudah sangat tua, beliau masih ingat pada setiap cucunya. Memang, tak banyak kenangan khusus antara aku dan beliau. Tapi, yang paling berkesan buatku adalah sikap perhatian beliau kepada kami setiap kami berkunjung ke Tasik. Setiap tahun, ketika beliau masih sehat, beliau selalu menyiapkan segala sesuatu dalam menyambut kedatangan kami. Makum, keluargaku memang satu-satunya yang berada di luar kota. Dari mulai kamarnya sendiri yang terkadang dikorbankannya untuk kami. Dan seingatku, ketika kami datang, pasti sudah tersedia satu meja penuh kue-kue yang disimpan di kamar kami, dan boleh kapan saja diambil. Dan ketika kami pulang, beliau pasti akan memaksa kami untuk membawa pulang semua kue-kue yang masih ada, bahkan biasanya ditambah lagi dengan yang baru. Bodohnya aku, ketika aku masih kecil, aku masih suka mengeluh bahwa air yang disediakan selalu saja hangat, padahal aku sangat tidak suka. Alhasil, beliau selalu berusaha mencarikan air dingin untuk kuminum. Bodoh!!

Penyesalan memang selau datang di akhir. Ketika sadar bahwa aku hanya bisa merepotkan beliau, aku malu sekali. Lalu apa yang harus kulakukan jika sudah terlambat seperti ni..?

Kini…aku pasti akan merindukan semua itu. Perhatiannya, kata-kata lembutnya, sifat penyayangnya, semuanya…

Aku masih belum bisa percaya kalau aku tidak akan pernah bisa melihatnya legi…sekalipun kami memang tidak begitu dekat, aku tetap saja merasa kehilangan…seperti ada bagian dari diri kita yang tercabut

Mamih,,nenekku tercinta…I will miss u…