ehm..Jogja -part2-

January 19, 2009 at 3:29 pm | In Uncategorized | Leave a Comment

Terakhir kali sampai mana ya..? Oiya, perjalanan keberangkatan. Intinya, subuh kita semua nyampe di Stasiun Tugu Yogyakarta. Dari sana, kita diantarkan ke hotel oleh panitia. Karena kita datangnya kepagian, kita memutuskan untuk jalan-jalan dulu aja. Tapi kemana..? emm…Parang Tritis!! Berhubung itu satu-satunya pantai yang kutau ada di jogja (padahal sih masih banyak yang lainnya). Akhirnya…kesampaian juga ke pantai.

Dengan memempuh perjalanan cukup jauh sekitar…1 setengah jam kali ya..naik angkot jurusan 12, sampailah kita di Parang Tritis yang indah itu. Sedikit tercengang juga pas pertama kali ngeliat, benar2 sejauh mata memandang cuma ada pantai polos beserta laut, sepi lagi..mungkin karena bukan hari libur kali..

Nah…di sini muncul deh sifat asliku yang rada kekanak-kanakan. Peduli amat..! Bukannya emang kalo sedang di alam, sifat asli kita pasti akan ketauan kan? Pokoknya, momen di sana tak disia-siakan begitu saja, foto2 terus kerjaannya, sampai bosen…

Pulangnya, kami dijemput oleh bis yang sama (soalnya udah dicarter buat nganterin kita pulang..^^). Baru malamnya kami pergi ke acara welcoming party. Rada-rada salah kostum juga sih…soalnya kan disuruh pake batik, dan aku ga punya! Tapi gapapa,,untung ada jas almamater.

Acaranya ada di Benteng Vredeberg (bener ga ya..?). Katanya sih, itu benteng buat pertahanan Belanda pas ada serangan 1 Maret (o iya ya, emang ada?aku juga baru tau..) Dekorasinya cukup wahhh, disambut oleh panitia2 yang semuanya pake kebaya dan batik di sepanjang jalan masuk. Serasa tamu penting…

Pas acaranya mulai, serentak orkestra bermain dengan indahnya. (seumur-umur pengen banget bisa main alat musik, tapi ga kesampaian). Terus, pas pengenalan delegasi setiap univ, kami rombongan dari Unpad memecahkan rekor sebagai delegasi terbanyak! Sangat bersemangat, menurut panitianya. Haha… padahal dari Univ lain ada yang cuma ngirim satu orang. Dan…tibalah saaat yang ditunggu-tunggu..makan! Wiihh..banyak banget lauknya! dan semuanya itu makanan favoritku! Haha..aku sikat aja semua! Kenyang makan, kita dihibur sama sajian terakhir, sendratari Rama Shinta. Ga ngerti si maksudnya apa..tapi lucu ngeliat mereka nari…luwes banget!

Habis itu semua, kami semua balik ke hotel. O iya, ada cerita menarik sebelum tidur. Jadi, kan tempat tidurku itu yang paling pinggir deket pintu, waktu itu penghuni kamar baru ada 4 orang, aku, icha, monik, sama mba wida dari Unej. Baru aja mau merem, ada yang ngetuk pintu. Aku spontan bangun, karena takut keliatan dari luar kalo pintu dibuka. Ternyata, ada penghuni kamar baru..siapa duluan ya waktu itu..kalo ga salah si ka Lili dari Unsri. Habis kenalan dan bla..bla..bla, aku coba tidur lagi. baru juga bentar, ada yang ngetuk pintu lagi, aku bangun lagi. Penghuni kamar baru lagi..Ka Laura dari Unbrah. Kenalan lagi…tidur lagi…ada yang ngetuk pintu lagi…bangun lagi…penghuni kamar baru lagi..Ka Nora dari Unram…kenalan lagi…tidur lagi…ada yang ngetuk lagi…bangun lagi…oh,,panitia. Apa?? mau ditambah lagi? kita udah ber-7!! tapi ok lah..masuklah Ka Emil dari Unbrah juga..Ya…itulah, akhirnya penghuni kamar 235 genap ber-8!! Kebayang…koper bergeletakan dimana-mana,,bikin ruang yang tersisa jadi tambah sempit aja. Yang bikin keterlaluan lagi..panitia ada yang dateng lagi dan berencana nambah personel lagi! Tiddaakk..!! jawab kami semua..

Baru setelah yakin ga akan ada personel baru lagi, aku bisa benar-benar tidur.  Hmmph..berkali-kali bangun..ga enak!!

Besoknya, baru dimulai kegiatan yang sebenernya…workshop BAPIN!!

Hati yang Lapang

January 19, 2009 at 11:54 am | In Uncategorized | Leave a Comment
Tags: , , ,

Kelapangan hati yang sesungguhnya adalah

ketika kita banyak memberi

sekalipun kita tidak mendapat apa-apa

 

Kelapangan hati yang sesungguhnya adalah

ketika kita bisa memberikan senyum yang tulus

ketika melihat orang lain bahagia

sekalipun kita merasa tersakiti karena kebahagiaannya

 

Kelapangan hati yang sesungguhnya adalah

ketika kita menganggap kesedihan kita sebagai lelucon belaka

seolah-olah itu adalah hal paling bodoh yang pernah dilakukan

 

Kelapangan hati yang sesungguhnya adalah

ketika kau tetap tegar tak tergoyahkan

menghadapi apa pun yang terjadi di depan matamu

 

Kelapangan hati yang sesungguhnya adalah

ketika bahumu tetap tegak

tak peduli seberapa banyak beban yang sedang kau pikul

 

Kelapangan hati yang sesungguhnya adalah

menerima, tersenyum, dan memberi

 

Tapi…

Apakah kelapangan hati yang sesungguhnya

berarti harus mengalah

tanpa mencoba bertahan terlebih dahulu

Apakah kelapangan hati yang sesungguhnya

berarti menerima kekalahan

bahkan sebelum pertandingan berakhir

Jalan yang akan kau lalui masih panjang…

Kau tidak akan pernah tau apa yang akan terjadi…

Oleh karenanya, mulai dari detik ini, lapangkanlah hatimu seluas mungkin…

Karena hanya dengan itu kau dapat bertahan…

Are u serious..??

December 10, 2008 at 4:03 pm | In Uncategorized | Leave a Comment

Aku kaget sekali pas dia sms. Ternyata masih? Heran deh sama anak yang satu ini. Kok bisa-bisanya berubah 180 derajat? Dia yang kukenal SMP dulu tidak seperti ini.

Gelagatnya yang mulai ga beres ini baru kulihat pas acara reuni kelas Ramadhan lalu. Ko bisa tiba-tiba? Sejak kapan?

Tapi kenapa sekarang berubah? Kenapa sekarang aku yang jadi sasarannya? Awalnya aku cuma nganggap dia iseng doang, maklum dia kan emang ga pernah serius orangnya. Tapi jujur, kenapa seterang-terangan itu? Terang-terangan di depan semua temen-temenku yang lain. Aku kan jadi risih. Dan omongannya itu loh..langsung ngarah ke situ, tanpa basa-basi. Aku jadi takut sama dia.

Risih, Bingung, Takut, Marah, Geli. Itu yang aku rasain. Jujur, aku sangat terganggu degan sikap terlalu ‘jentre’nya dia. Aku belum pernah ketemu orang kayak gitu sebelumnya. Jadi, aku tidak pernah tau apa yang dia omongin itu bener-bener serius atau cuma maen-maen aja. Aku bingung, aku harus bagaimana? Bagaimana aku harus menanggapi omongannya. Takut, kalo dia serius dengan apa yang  diucapkannya. Tapi aku marah, karena aku tidak tau latar belakang kenapa dia seperti ini? Hanya karena aku calon dokter? awas aja…jangan harap kalau gitu..!! Di sisi lain, aku juga ngerasa geli…aku cukup kenal bagaimana dia dulu, dan tiba-tiba jadi seperti ini? Haha…aneh aja.

Yang jelas, ga peduli apa pun yang dia omongin, aku ga akan pernah nganggap dia serius. Karena, bagiku, untuk menunjukkan keseriusannya bukan begini caranya.

Well…just let’s see..

I will miss u…

December 10, 2008 at 3:36 pm | In Uncategorized | 1 Comment

Pagi-pagi buta, sekitar jam setengah4, tepat hari ini, aku terbangun oleh bunyi HP-ku. Ternyata ada SMS. Dengan mata yang masih 3 watt, kubacalah SMS itu…Oh, ternyata ayahku…

Dalam sekejap, mataku yang tadinya masih 3 watt,  langsung terbelalak setelah melihat isi pesan itu. Isinya : “Ka, mamih meninggal tadi jam 12 malem. sekarang bapak lagi ada di tasik.”

Singkat…tapi dalam. Sampai sekarang aku masih belum bisa percaya nenekku sudah meninggal. Tak kudengar berita sakitnya beliau belakangan ini. Memang, tahun lalu beliau memang sempat dirawat, tapi kondisinya sudah membaik belakangan ini. Dan tiba-tiba mendengar kabar bahwa beliau sudah tiada…

Kapan ya..terakhir kali aku bertemu dengannya?seingatku sudah cukup lama, bahkan lebaran kemarin aku dan keluargaku tidak mengunjungi beliau.

Mamih,,begitu kami semua_anak-anak dan cucu-cucunya_memanggilnya. Sekalipun sudah sangat tua, beliau masih ingat pada setiap cucunya. Memang, tak banyak kenangan khusus antara aku dan beliau. Tapi, yang paling berkesan buatku adalah sikap perhatian beliau kepada kami setiap kami berkunjung ke Tasik. Setiap tahun, ketika beliau masih sehat, beliau selalu menyiapkan segala sesuatu dalam menyambut kedatangan kami. Makum, keluargaku memang satu-satunya yang berada di luar kota. Dari mulai kamarnya sendiri yang terkadang dikorbankannya untuk kami. Dan seingatku, ketika kami datang, pasti sudah tersedia satu meja penuh kue-kue yang disimpan di kamar kami, dan boleh kapan saja diambil. Dan ketika kami pulang, beliau pasti akan memaksa kami untuk membawa pulang semua kue-kue yang masih ada, bahkan biasanya ditambah lagi dengan yang baru. Bodohnya aku, ketika aku masih kecil, aku masih suka mengeluh bahwa air yang disediakan selalu saja hangat, padahal aku sangat tidak suka. Alhasil, beliau selalu berusaha mencarikan air dingin untuk kuminum. Bodoh!!

Penyesalan memang selau datang di akhir. Ketika sadar bahwa aku hanya bisa merepotkan beliau, aku malu sekali. Lalu apa yang harus kulakukan jika sudah terlambat seperti ni..?

Kini…aku pasti akan merindukan semua itu. Perhatiannya, kata-kata lembutnya, sifat penyayangnya, semuanya…

Aku masih belum bisa percaya kalau aku tidak akan pernah bisa melihatnya legi…sekalipun kami memang tidak begitu dekat, aku tetap saja merasa kehilangan…seperti ada bagian dari diri kita yang tercabut

Mamih,,nenekku tercinta…I will miss u…

Preambule..

October 18, 2008 at 7:43 am | In Uncategorized | Leave a Comment

Yang bisa  kukatakan sebagai pembukaan adalah…fuihh..!! akhirnya…

Akhirnya,,aku berani mengambil satu langkah awal untuk membuat sebuah perubahan. Dimulai dari diri sendiri dulu, karena jangankan untuk merubah sebuah hal yang besar, memaksa diri untuk memulai sesuatu pun sangat sulit.

Aku juga heran kenapa aku begitu sulit untuk memulai sesuatu, dalam hal ini menulis. Aku pribadi memang bukan tipe orang yang dapat dengan mudah untuk mengungkapkan apa yang ada di pikiran. Terkadang,,semua yang ingin  kukatakan sudah ada di ujung mulut, tapi yang terjadi kemudian ada dua kemungkinan:

  1. kemungkinan pertama, kata-kata itu tidak jadi keluar, karena seperti ada tahanan yang tidak mengizinkannya untuk keluar
  2. kemungkinan kedua, kata-kata itu akhirnya keluar juga, tapi tidak dalam satu kesatuan kalimat yang utuh dan enak didengar. seolah-olah semua kata-kata itu berlomba-lomba ingin keluar duluan tanpa menghiraukan urutan kapan seharusnya mereka keluar

Seorang teman pernah menyarankan untuk menulis, supaya kita bisa belajar untuk merangkai kata-kata menjadi sebuah kalimat yang benar. OK..aku coba untuk menulis di buku harian. Tapi, karena sulit untuk memulai itu tadi, buku harian yang memang seharusnya diisi harian, hanya  kuisi ketika sedang mood saja.

Tapi, aku merasa kemampuan berbahasaku menjadi lebih baik setelah banyak berbincang dengan temanku yang satu itu. Pemikirannya yang kritis dan cara penyampaiannya yang bagus mengajariku cukup banyak.

Kemudian, niat untuk menulis lewat media lain, yaitu blog ini baru ada ketika akan memasuki tahun keduaku di FK. Temanku yang lain yang memang sudah lebih dulu menulis di blog pribadinya, mengajariku pentingnya sebuah dokumentasi kehidupan.

Memang, kalau dipikir-pikir akan sangat disayangkan jika event-event dalam hidup kita terlewatkan begitu saja. Akan ada banyak sekali mozaik kehidupan yang sangat menarik untuk diceritakan kembali. Bahkan, siapa tau bisa menginspirasi orang lain..^^

Apalagi kedepannya aku akan banyak berkutat di dunia kedokteran, yang pastinya akan banyak sekali pengalaman menarik yang sayang jika tidak dibagi. Pada sat ko-ass misalnya, pertama kalinya menangani  pasien secara langsung, sebuah ajang realisasi pendidikan yang sudah didapat sebelumnya. Mulai dari pengalaman-pengalaman lucu, mungkin, sampai sejuta pelajaran moral yang akan sangat berharga sebagai bekal kehidupan kita kedepannya.

Jadi, dengan menulis berarti kita tidak melupakan masa lalu, memanfaatkan saat ini, dan bisa merencanakan masa depan…

Untuk siapapun yang juga mengalami hal yang sama,,Mulailah sekarang juga..!! Sekalipun sulit pada awalnya, tapi itu tak akan berlangsung lama. Dan jangan pernah merasa terlambat, karena tak pernah ada kata terlambat untuk berubah.

Ingatlah bahwa dari 1000 mil perjalanan panjang yang akan kita tempuh, pasti berawal dari satu langkah kecil…

Blog at WordPress.com. | Theme: Pool by Borja Fernandez.
Entries and comments feeds.