Hati yang Lapang
January 19, 2009 at 11:54 am | In Uncategorized | Leave a CommentTags: hati lapang, hati yang lapang, kelapangan hati, puisi
Kelapangan hati yang sesungguhnya adalah
ketika kita banyak memberi
sekalipun kita tidak mendapat apa-apa
Kelapangan hati yang sesungguhnya adalah
ketika kita bisa memberikan senyum yang tulus
ketika melihat orang lain bahagia
sekalipun kita merasa tersakiti karena kebahagiaannya
Kelapangan hati yang sesungguhnya adalah
ketika kita menganggap kesedihan kita sebagai lelucon belaka
seolah-olah itu adalah hal paling bodoh yang pernah dilakukan
Kelapangan hati yang sesungguhnya adalah
ketika kau tetap tegar tak tergoyahkan
menghadapi apa pun yang terjadi di depan matamu
Kelapangan hati yang sesungguhnya adalah
ketika bahumu tetap tegak
tak peduli seberapa banyak beban yang sedang kau pikul
Kelapangan hati yang sesungguhnya adalah
menerima, tersenyum, dan memberi
Tapi…
Apakah kelapangan hati yang sesungguhnya
berarti harus mengalah
tanpa mencoba bertahan terlebih dahulu
Apakah kelapangan hati yang sesungguhnya
berarti menerima kekalahan
bahkan sebelum pertandingan berakhir
Jalan yang akan kau lalui masih panjang…
Kau tidak akan pernah tau apa yang akan terjadi…
Oleh karenanya, mulai dari detik ini, lapangkanlah hatimu seluas mungkin…
Karena hanya dengan itu kau dapat bertahan…
No Comments Yet »
RSS feed for comments on this post. TrackBack URI
Leave a comment
Blog at WordPress.com. | Theme: Pool by Borja Fernandez.
Entries and comments feeds.